fbpx

Albukhary International University, Malaysia : Universitas Megah Dengan Beasiswa Penuh

Banyak sekali pertanyaan yang masuk dari para scholarship hunter ke website trenbeasiswa.com mengenai beasiswa yang diberikan oleh Albukhary Foundation ini ; kapan buka lagi pendaftarannya, tips2 gimana cara daftarnya biar lolos, cakupan beasiswanya apa saja yang diberikan dll. Sebelumnya saya selaku admin mohon maaf karena belum bisa menjawab satu-persatu pertanyaan yang dilontarkan, tapi di artikel ini mudah-mudahan sedikit tercerahkan.

Oke sebelumnya.. saya mau perkenalkan diri nih, saya adalah satu satunya putra Indonesia yang menerima beasiswa Albukhary International University Language Centre pada tahun 2018. Alhamdulillah saya (Husni Muhamad Rifqi – Tasikmalaya) bersama 4 putri terbaik dari Indonesia (Mentari Vindi Carolina – Banyuwangi, Cut Wan Camila – Aceh, Rahmi Eriani – Aceh, Selian Auliantika – Aceh) mendapatkan kesempatan untuk mewakili negara tercinta pada beasiswa  ini.

Mungkin di kalangan Scholarship Hunter Indonesia, beasiswa Albukhary International University masih belum viral. Ya, memang karena kuota beasiswa ini juga tidak banyak sehingga kesempatan untuk mendapatkannya pun sangat kecil.. tapi apa salahnya untuk mencoba, selagi persyaratannya bisa di penuhi dan cocok bagi kita, kenapa engga?

Mendapatkan beasiswa luar negeri adalah sesuatu yang selalu saya Impikan, berbekal optimisme karena sebelumnya saya mendapatkan beasiswa full di sebuah Pesantren Modern di Bogor, Darunnajah Cipining, saya pun mendaftar berbagai beasiswa luar negeri yang ada. Ya.. hanya luar negeri, karena memang impian terbesar saya semenjak duduk di kelas 1 Mts adalah mendapatkan beasiswa luar negeri, dimanapun itu.. bukan karena pendidikan di Indonesia kurang bagus, tetapi saya menyadari, jika saya kuliah di luar negeri, ada banyak pengalaman yang akan di dapatkan yang tidak bisa saya dapatkan di dalam negeri. Selain itu, mengenyam pendidikan di luar negeri merupakan wasiat dari Almarhum Ayah saya sebelum meninggal pada tahun 2015, dan itu menjadi motivasi terbesar bagi saya, jadi bagaimanapun kondisinya, Bismillah…saya harus kuliah di luar negeri !!!

Perjuangan pertama saya adalah ikut seleksi beasiswa yang diselenggarakan oleh Kemenag.  Libanon adalah negara yang saya pilih dari 3 negara lainnya yaitu Mesir, Maroko & Sudan karena faktor saingannya yang jauh lebih sedikit. Setelah mengikuti tes tulis, wawancara, dan akhirnya ketika pengumuman nama saya tidak muncul, Ya.. sedih memang.. disaat teman – teman yang lain lolos beasiswa untuk ke Mesir, saya masih harus berusaha daftar beasiswa sana sini. Tapi saya masih optimis, pasti Allah akan memberikan yang sesuai bagi hambanya & bisa jadi negara tersebut kurang cocok bagi saya di mata Allah. Kemudian saya daftar beasiswa Arab Saudi diantaranya Universitas Ummul Qurra Mekkah, Universitas Islam Madinah, Universitas Najran, Universitas Majma’ah, Universitas Thaibah, dan sempat juga mengurus berkas untuk Beasiswa Korea / KGSP namun tidak jadi karena ada beberapa hal yang menghambat.

Dan Alhamdulillah di tengah – tengah perjuangan itu, ada kabar bahwa saya mendapat beasiswa Sudan, namun dikarenakan hanya beasiswa pendidikan dan tidak termasuk biaya hidup, tiket, visa dll. tawaran tersebut saya abaikan karena keadaan ekonomi orang tua yang sedang tidak mendukung.

Saya pun tambah semangat untuk terus berjuang agar bisa mendapatkan beasiswa luar negeri, dan untuk jaga-jaga jika tidak lolos satu pun beasiswa luar negeri, saya memberanikan diri untuk daftar di International Islamic University of Islamabad, Pakistan. Kenapa memilih Pakistan? karena meskipun dengan biaya mandiri tetapi biaya yang di keluarkan cukup ringan, kurang lebih butuh 15 juta rupiah mencakup seluruh biaya yang dibutuhkan di awal seperti biaya pendaftaran, Visa, SPP 1 semester, Tiket, biaya hidup awal dll. dan biaya hidup perbulan juga berkisar 1.5 juta / bulan. Setelah mempersiapakan berkas-berkas yang diperlukan dan diterjemahkan tersumpah ke bahasa Inggris, saya langsung mengirimkannya via email kepada PPI Pakistan, namun mereka belum bisa memproses ke Universitas jika saya belum mengirimkan biaya administrasi sekitar 1 juta, dikarenakan dananya habis untuk biaya mempersiapkan berkas untuk daftar kemana-mana & biaya terjemah berkas arab dan inggris yang menghabiskan lebih dari 2 juta, saya pun menunda pembayaran  biaya pendaftaran IIUI, Pakistan.

Satu bulan berlalu, berkas untuk IIUI Pakistan masih belum bisa di proses.. Dan saya pun masih mengusahakan untuk membayarnya, namun memang rencana Allah itu sangat indah, disaat saya mencari dana untuk membayar biaya pendaftaran IIUI Pakistan, dan belum dapat juga.. Allah mengirimkan kabar gembira.. bukan berbentuk uang untuk mendaftar IIUI Pakistan jalur mandiri, tetapi berupa email bahwa saya diterima Beasiswa Full Kursus Bahasa Inggris di Albukhary International University Language Centre.

Email itu bagaikan hujan di tengah gurun yang tandus, setelah perjuangan panjang selama hampir 1 tahun akhirnya mimpi untuk mengenyam pendidikan di luar negeri pun akan menjadi kenyataan. Alhamdulilah…Tepatnya pada tanggal 03 Mei 2019, saya menginjakkan kaki di negeri negeri jiran Malaysia dan termasuk kloter pertama bersama 4 orang dari Indonesia, 1 dari Filipina, dan 1 dari Cambodia.

Disambut oleh 2 Orang staff Albukhary International University di KLIA 2

Setelah mengurus Multiple Entry Visa di Kantor Imigrasi KLIA 2, kamipun langsung melanjutkan perjalanan ke bagian utara Malaysia yaitu Kota Alor Setar, Kedah dengan mobil yang di fasilitasi oleh AIU dan menempuh waktu sekitar 6 jam dari Kuala Lumpur. Dan Alhamdulillah kami tiba di AIU sekitar pukul 23.30 waktu setempat.

Alor Setar Tower, Icon Kota Alor Setar, Kedah Darul Aman, Malaysia

Foto Bersama Dengan Beberapa Staff AIU Setelah Welcome Ceremony

Bagaimana Kesan Pertama Study di AIU ?

AIU adalah sebuah tempat yang penuh kedamain, kampus yang megah dan fasilitas yang lengkap dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman dan peduli terhdap lingkungan hijau. Dan hari ketika tulisan ini di posting adalah telah genap satu bulan saya menghirup udara segar AIU. Banyak hal-hal baru yang saya temukan, teman dari berbagi negara, tutor / lecturer yang sangat ramah dan professional dan mendapatkan banyak pengalaman yang sangat menarik.

Albukhary International University Tampak Dari Atas

Pemandangan Lecture Theatre ( Kubah Biru ) dan Library ( Kubah Emas ) Dari Danau

Bagaimana Kondisi Asrama AIU?

Mengenai asrama, kami menginap di sebuah hostel yang mempunyai 4 lantai, dan masing-masing kamar dihuni oleh 2 orang dari negara yang berbeda, kebetulan teman sekamar saya adalah mahasiswa dari Benua Afrika tepatnya Negara Sierra Laone. Dengan  fasilitas yang nyaman, kami dapat fokus untuk menjalani kegiatan yang berlangsung disini.

Kamar Hostel AIU

Program Apa Yang Saya Ikuti?

Pada Tahun ini, Program yang di selenggarakan oleh AIU adalah Kursus IELTS yang bernama “EAS” English for Academic Success, mengapa dinamakan demikian karena para Awardee harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk dapat melanjutkan ke jenjang S1 di AIU ini, dan nilai minimal yang harus dimiliki dari hasil IELTS setelah mengikuti kursus ini adalah 5.5 (Kesuluruhan). Untuk peserta yang tahun ini mengikuti program EAS ada hampir 100 orang dari 40 negara,  sebenarnya yang mendapatkan Offer Letter atau yang lolos seleksi ada 219 orang, namun karena berbagai faktor diantaranya terkendala dengan Visa Study Malaysia yang cukup rumit dan mengeluarkan dana yang lumayan atau mungkin beberapa ada yang tidak siap dengan ketentuan beasiswa yang harus di laksanakan.

Apa Saja Cakupan Beasiswa Yang Didapat & Berapa Biaya Yang Dikeluarkan?

Sebagaimana disebutkan di Artikel Sebeumnya, Beasiswa AiU adalah beasiswa full yang mencakup Visa, Tiket Pesawat, Akomodasi, Asuransi Kesehatan, Biaya Program, Biaya Konsumsi, dan Uang Saku Bulanan dan Tes  Mengenai Visa, memang sepenuhnya AIU tanggung, tapi untuk biaya Medical Check Up sebelum keberangkatan yang menjadi persyaratan Visanya diterima, menjadi tanggungan masing masing. Kalau saya sendiri menghabiskan lebih dari 2 juta Rupiah untuk MCU, kemudian setelah berkas lengkap, kita harus mengirimkan softcopy dan hardcopy dokumen persyaratan untuk pembuatan Visa diantaranya Kopian seluruh halaman paspor, hasil MCU, Ijazah dll. Untuk biaya kirim dari Jakarta ke Alor Setar saya mengeluarkan 400 ribu dengan menggunakan jasa DHL, jika ingin lebih hemat bisa juga menggunakan POS tapi waktu yang dibutuhkan cukup lama. Kemudian setelah Visa Approved dan mendapatkan E-VAL ( Visa Approval Leter ), kita harus mencetak stiker SEV ( Single  Entry Visa ) di Menara Palma dan itu membutuhkan biaya sekitar 800 ribu rupiah. Cukup besar memang biaya yang kita keluarkan sebelum keberangkatan, tapi biaya tersebut tidak sebanding dengan apa yang kita dapat dari beasiswa AIU. Untuk tiket pesawat, kita dikirim langsung oleh pihak AIU via email yaitu menggunakan Air Asia dengan Bagasi 20 Kg. Kemudian untuk uang saku Alhamdulillah setiap orangnya mendapat 200 Ringgit atau sekitar 700 ribu/bulan. Jika di total, sesuai rincian beasiswa yang kita dapat yang ada di Offer Letter per orangnya mendapatkan lebih dari 33.000 RM atau Rp. 125.000.000 lebih selama 6 bulan kursus IELTS.

Apa Kendala Yang Dialami Saat Study Di AIU ?

Kendala terbesar bagi saya disini selama ini adalah makanan yang kurang pas di lidah. Dikarenakan kami berasal dari 40 negara berbeda, jadi pihak universitas memberikan menu makanan yang bervariasi dari berbagai negara yang kadang saya tidak tahu apa nama makanan tersebut. Mayoritas dari penerima beasiswa ini adalah orang timur tengah dan afrika, turki, Indonesia dengan 5 orang juga cukup banyak dibanding cina, bangladesh, filipina, libya, dsb yang hanya 1 orang perwakilan, jadi seringnya kami disuguhi roti dan nasi pun biasanya hanya pada makan siang. Selain itu burger, spageti, chicken chop, roti jala, roti canai dan roti chapati cukup sering kita jumpai. Rasa rindu dengan makanan Indonesia sudah tidak perlu ditanyakan lagi, tetapi rasa rindu tersebut Alhamdulillah bisa terkalahkan dengan rasa syukur kepada Allah…

Chicken Chop

Roti Canai

Jurusan Apa Saja Yang Tersedia Di Tingkat S1 ?

Jika kita telah mengikuti program kursus IELTS kemudian mendapatkan skor IELTS diatas 5.5, bagi yang S1 intake Januari 2019 bisa memilih antara :

1. Bachelor of Bussines Administration (Hons)

2. Bachelorof Bussines Administration (Hons) (Marketing),

3. Bachelor of Bussines Administration (Hons) (Human Resource Management)

4. Bachelor of Elementary Education (Hons)

5. Bachelor of Early Childhood Education (Hons)

Dan bagi yang intake September 2019 nanti akan dibuka jurusan lainnya seperti Hukum, Psikologi, HI dll

Kapan Beasiswa Ini Kembali dibuka Pendaftarannya ?

In Syaa Allah kemungkinan besar untuk yang intake di awal 2019 nanti akan dibuka pendaftaran di akhir tahun ini, namun saya juga belum tahu tanggal pastinya, tapi kabar gembiranya, nanti bukan hanya pendaftaran untuk kursus IELTS saja yang dibuka, tetapi akan dibuka secara umum juga beasiswa masuk ke S1 nya langsung dan S1 disini hanya 3 tahun, tapi ya itu.. jika daftar di akhir tahun nanti untuk S1, kalian harus punya IELTS minimal 5.5 Skor Keseluruhan untuk menyetarakan dengan kita yang dari program EAS. Perbedaannya jika Awardee Program EAS itu mendapatkan uang saku, sedangkan Awardee Beasiswa S1 nanti kemungkinan tidak mendapatkan uang saku tetapi diperbolehkan untuk kerja part time di Malaysia ini.

Akhir kata… Beasiswa itu sekarang bertebaran dimana-mana, asal kita punya tekad, punya harapan besar, ikhtiar lahir batin nya kenceng, pasti suatu saat akan mendapatkan kesempatan tersebut, karena Allah tahu mana yang terbaik untuk hambanya, Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hambanya. Saya sendiri mendapatkan beasiswa ini tidak instan, banyak kerikil yang menghambat.. tapi dengan semangat yang kuat Alhamdulillah pada akhirnya saya mendapatkan apa yang saya harapkan. Semoga bermanfaat dan mohon maaf untuk 6 bulan ini saya akan off dari trenbeasiswa.com, oleh karena itu jika ada hal yang akan ditanyakan, silakan Via IG saya.

Jazakumullah…

 

Ahad, 03 Juni 2018 | Albukhary International University, Malaysia.

Husni Muhamad Rifqi – Awardee EAS 2018 – AIULC

Instagram : @husni.rifqi

 

You may also like...

4 Responses

  1. Bahrudin Yusuf Abdullah says:

    Sangat bermanfaat .. trimakasih kak
    Btw , nama IG nya ap ya ? Saya mau nanya2 lbih lanjut .. mohon batuannya

     
  2. Amir says:

    Menarik sekali pengalamanya belajar di luar negeri. Mahasiswanya sangat di manjakan dengan fasilitas yang ada, dan itu sebanding dengan apa yang sudah di lakukan para mahasiswa itu sendiri karena mereka orang orang yang luar biasa.

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: